how much now

Senin, 02 Mei 2011

last ride along with number 18

hari ini, hari terakhirku melangkah dengan angka 18ku.
satu tahun dengan angka 18 benar-benar berwarna.
berjalan dengan angka 18 = berjalan dengan tahun pendewasaanku.
tahun ini aku banyak belajar tentang arti sebuah pengambilan keputusan, resiko, tanggung jawab, kesabaran, pengorbanan, adaptasi, menghargai dan dihargai.

aku jatuh, ya aku merasakan jatuh saat aku berjalan bersama angka 18ku.
aku menangis, ya aku menangis saat aku berjalan bersama dengan angka 18ku.
aku bangkit dan kembali kuat pun aku rasakan saat aku berjalan bersama angka 18ku.
aku tertawa dan mensyukuri yang aku dapat, juga aku rasakan bersama angka 18ku.
berjalan bersama angka 18ku sangatlah hebat, dan aku beruntung bisa berjalan bersama angka 18ku.

terima kasih tuhan kau telah mempertemukanku dengan angka 18ku, sehingga aku bisa belajar dewasa dan sedikitnya tau arti hidup.
aku harap esok hari kau berkenan mempertemukanku dengan angka 19ku.
buatlah perjalananku dengan angka 19ku lebih indah dari perjalananku dengan angka 18ku. :D
 

 

Minggu, 01 Mei 2011

Harusnya 1 Mei

harusnya sih hari ini..........
harusnya hari ini kita cerita-cerita tentang setahun yang lalu.
harusnya hari ini kamu bilang "kita masih bisa lanjutin ini semua loh, meskipun ada kata kedua kalinya"
harusnya hari ini aku bilang "yeeey, setahun yang kedua buat kita"

hari ini dut, setahun yang lalu kita jadian lagi loh tanpa disangka-sangka.
tanggal ini buat aku bahkan bisa lebih spesial dari tanggal jadian kita yang utama 29 November.
tanggal ini, awal bulan Mei dan 48jam ke hari ulang tahun aku.

tapi, hari ini aku (mungkin kamu juga) cuma bisa ngingetnya aja tanpa bisa ngrayain.
hari ini, aku cuma bisa "ngrayain" itu sama sms-sms kamu yang kami kirim tepat setahun yang lalu.
aku gak tau, kamu di sana inget atau nggak meskipun nyatanya aku berharap kamu juga bisa inget hari ini.

Selasa, 26 April 2011

#Koin Sastra untuk PDS HB Jassin

Jakarta -  Pelataran parkir Bentara Budaya Jakarta (BBJ) disulap menjadi sebuah panggung konser kecil untuk para sastrawan, budayawan, dan seniman. Konser yang bertajuk Konser #koinsatra  ini di meriahkan Piyu “Padi”, Djenar Maesa Ayu, Sudjiwo Tedjo, tantri “Kotak”, Dwiki Darmawan, Dewa Bujana, Maya Hasan, Ayu Lakmi, Ananda Sukarlan, Soimah, sutradara Garin Nugroho, dan masih banyak lagi. Lebih dari 20 seniman, sastrawan, dan budayawan berkumpul di BBJ dengan satu misi yaitu penggalangan dana untuk PDS HB Jassin yang terancam gulung tikar.
Kolaborasi apik dari Dewa Bujana,
Sudjiwo Tedjo, dan Soimah.
Acara yang dilangsungkan pukul 19.30 WIB-Rabu(13/4) dibuka penampilan musikalisasi puisi dari Reda dan Ari Malibu. Menurut salah satu penggagas Konser #Koinsastra Krisna Pabicara, “ Konser ini dibuat untuk pengumpulan dana guna membantu kelangsungan PDS HB Jassin. Nantinya dana yang didapatkan, akan digunakan untuk proses digitalisasi dokumen-dokumen sastra yang sudah tersimpan lama di PDS HB Jassin.” Masih menurut Khrisna, konser ini ditargetkan dapat mengumpulkan dana sampai 15miliyar rupiah, “ Taget kita untuk konser ini adalah 15miliyar rupiah. Dana sebesar itu bisa digunakan untuk dana abadi pengelolaan PDS HB Jassin.”

PDS HB Jassin merupakan Pusat Dokumentasi Sastra terlengkap di kawasan Asia. Sekitar 50.000 arsip-arsip sastra terkumpul di tempat ini. PDS HB Jassin ini berdiri pada tahun 1977, pendirinya adalah HB Jassin yang di sebut-sebut sebagai “paus” sastra Indonesia. Kelengkapan dokumen-dokumen sastra yang tersimpan disini membuat PDS HB Jassin menjadi tempat rujukan para peneliti dalam maupun luar negeri.
Kelengkapan pusat dokumentasi sastra Indonesia ini ternyata tidak di perhatikan pemerintah khususnya pemerintah DKI Jakarta. Hal ini terlihat dari sikap pemerintah yang tahun ini hanya memberikan dana sebesar 50juta rupiah dari dana APBD. Menurut Piyu “Padi” yang ditemui sesaat sebelum pagelaran,  “Harusnya acara ini tidak ada, ini adalah urusan pemerintah, rakyat tidak harus memikirkanya. Seharusnya dari dana pembangunan gedung DPR yang mencapai 1,8 triliun itu, bisa disisihkan beberapa puluh juta untuk pemeliharaan PDS HB Jassin”. Hingga acara berakhir, dana yang terkumpul mencapai 62juta rupiah.

Senin, 25 April 2011

Kisah Seorang Mandor

"Suatu hari, seorang mandor bangunan merasa lelah dengan pekerjaanya yang sudah ia jalani bertahun-tahun. Sang mandor pun berencana untuk mengundurkan diri dari pekerjaanya itu. Tapi sebelum ia mengundurkan diri, bosnya meminta dia untuk mengawasi pekerjaan sebuah rumah lagi. Karena merasa sudah bosan dan ingin keluar sang mandor mengawasi dengan asal-asalan. pekerjaan tukangnya yang ia anggap salah, ia biarkan sehingga rumah tersebut kurang bagus hasilnya. sampai akhirnya pekerjaan rumah itu selesai, sang mandor menyerahkan kunci rumah itu pada bosnya. Dan tanpa dia sangka bosnya memberikan kunci itu kepada sang mandor dan bosnya berkata," INI RUMAH UNTUKMU." Akhirnya setelah mengetahui bahwa rumah itu untuknya, sang mandor merasa menyesal karena tidak membuat rumah itu seindah mungkin."

dari cerita di atas, kita bisa ambil kesimpulan jika segala kesempatan di depan mata, harus kita manfaatkan dengan baik jangan sampai kita menyesal diakhir dengan hasilnya. 
cerita ini aku dapet dari cerita dosenku tadi siang. Beliau bermaksud memberi nasihat pada kami mahasiswanya, dan BERHASIL membuat kami mahasiswanya tercengang dengan nasihatnya itu.
Terima kasih Pak, nasihatmu membuatku mengingat segala kesempatan emas di depan mataku yang tidak boleh aku sia-siakan :)

Jumat, 15 April 2011

AKU INGIN

karya : Sapardi Joko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Pertama kali saya mendengar puisi ini adalah saat saya ada di kelas Penulisan Fiksi, dosen saya mengajak berimajinasi dengan puisi ini. Dan liputan konser #Koinsastra untuk PDS HB Jasiin Rabu malam lalu menjadi kali kedua saya mendengar puisi ini. Malam itu, puisi "Aku Ingin" dimusikalisasi dengan apik oleh Reda dan Ari Malibu. Sebagai pembuka konser, tentunya penampilan mereka sangat memberi nilai tambah dalam acara konser ini. 
Aku Ingin, merupakan salah satu puisi pendek karya Sapardi Joko Damono. Puisi yang dibuat sekitar tahun 1989 ini, masuk dalam salah satu buku kumpulan puisi karya Sapardi Joko Damono yang berjudul "Hujan Bulan Juni". Sangat berkesanya puisi ini, membuat Reda dan Ari Malibu memusikalisasi puisi ini. Lagu yang judulnya sama dengan puisi aslinya "Aku Ingin" menjadi salah satu Soundtrack Film "Cinta Dalam Sepotong Roti" karya Garih Nugroho, film ini juga yang melambungkan nama aktor sekaligus anggota dewan Alm. Adjie Massaid.
puisi yang cukup sederhana ini, menurut saya cukup mengajak pembaca maupun pendengarnya berimajinasi sangat dalam dan tidak sesederhana puisinya. penuh makna yang dalam dan indah.(megaagniya)